Kamis, 24 Mei 2012
Bapak Pengayuh Becak
Kupandangi sosok pria tua pengayuh becak
Sorot mata yang semakin sayu memandang perih kehidupan
Dengan wajah yang dihiasi lipatan-lipatan
Kulit yang tergurat semakin jelas
Rambut putih menghiasi penampilan sederhananya
Tumbuh liar diantara rambut-rambut hitamnya yang semakin jarang
Terik mentari siang ini
Seakan menjadi saksi perjuangannya
Untuk mencari sesuap nasi
Keringat bercucuran tanpa dia minta
Namun senyuman tetap mengembang dibibir hitamnya
Seolah letih dan penat tak pernah dia rasa
Oh.. bapak pengayuh becak
Begitu besar perjuanganmu itu
Demi sebuah pengharapan dan sesuap nasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar